Guru di Ogan Ilir Tampilkan Budaya Lokal Kuang Dalam di Pameran Aposteriori Semarang

Sabtu 08 Jun 2024 - 12:30 WIB
Reporter : H. Arnita
Editor : H. Arnita

Termasuk pula kain songket menjadi daya tarik pengunjung dalam stand pameran tersebut. Pameran ini sangat kental akan pesona Nusantaranya.

Diakhir Cyntha menjelaskan, bahwa sebagai generasi penerus sangat bangga bisa mengenalkan tradisi Bejoli melalui ajang pameran. 

Harapannya semoga tradisi arakan pernikahan ini bisa terus dilestarikan, dipertahankan dan dikukuhkan sebagai identitas budaya Kabupaten Ogan Ilir.

Di Kabupaten Ogan Ilir, di hampir seluruh kecamatan memiliki tradisi arak-arakan pengantin yang hingga saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat. 

BACA JUGA:Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Korban Tenggelam di Sungai Ogan Ilir Setelah 26 Jam Pencarian, Kondisinya?

BACA JUGA:Kades Teluk Kecapi Ogan Ilir Bantah Selingkuh, Buktikan Ada Pernikahan Siri dengan Sang Janda

Biasanya, pada saat arak-arakan, pengantin juga diiringi dengan syarofal anam atau yang biasa disebut dengan terbangan. 

Arak-arakan pengantin ini, dilakukan dari rumah pengantin pria ke rumah pengantin wanita dengan membawa sejumlah bawaan. 

Adapun yang ikut arak-arakan pengantin ini biasanya saudara serta handai taulan. Dimana, pasangan pengantin yang belum akad nikah akan dipisahkan oleh penggandeng pengantin. 

Kategori :