Di antara konten-konten tersebut, ditemukan 11 hoaks terkait Pilkada yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
BACA JUGA:Sering Resahkan Warga, Pria Diduga ODGJ di OKI Diamankan Polisi
BACA JUGA:Pemkab OKI Optimalkan Pembayaran Pajak Daerah Melalui Virtual Account
Salah satu narasumber dari Kurasi Media Tama, Reza R. Maulana, mengungkapkan bahwa sebuah hoaks sempat menyebar di Facebook berupa foto Ketua Bawaslu OKI yang dimanipulasi untuk mendiskreditkan salah satu kontestan Pilkada.
"Foto ini sempat membuat heboh sebelum akhirnya diklarifikasi," ungkap Reza.
Berdasarkan analisis, platform Facebook menjadi saluran utama penyebaran konten terkait Pilkada, diikuti oleh Instagram dan TikTok, sementara Twitter/X relatif lebih sedikit digunakan.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKI, Muhammad Irsan, juga menjelaskan bahwa isu Pilkada semakin ramai pasca debat publik pertama yang digelar pada 1 November 2024.
BACA JUGA:Persiapkan Pemilu yang Jujur dan Adil, KPU OKI Adakan Bimbingan Teknis untuk KPPS
BACA JUGA:Pilkada Serentak 2024 di OKI, Kesbangpol Ajak Masyarakat Menjadi Pemilih Cerdas
"Percakapan di media sosial meningkat, terutama mengenai lokasi debat dan materi yang disampaikan para kandidat," ujarnya.
KPU OKI berkomitmen untuk melaksanakan tahapan Pilkada secara jujur dan adil (jurdil) serta mengajak seluruh pihak mendukung upaya ini demi pelaksanaan Pilkada yang berkualitas.
Untuk memastikan Pilkada berjalan aman dan damai, Diskominfo OKI, KPU, dan elemen masyarakat terus berkolaborasi dalam melawan hoaks dan informasi yang menyesatkan.
Langkah preventif ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus melindungi ruang digital dari gangguan.
BACA JUGA:Bawaslu OKI Bersholawat, Masyarakat Diajak Ciptakan Suasana Damai Jelang Pilkada
BACA JUGA:Menjelang Pilkada Serentak, Polres OKI Imbau Kampanye Damai dan Anti-Hoaks
Dengan semakin dekatnya hari pemungutan suara, seluruh persiapan terus dimatangkan agar Pilkada serentak di Kabupaten OKI dapat berjalan lancar.