Rayakan Lebaran di Kayuagung, Nikmati Keunikan Tradisi ‘Midang Bebuke’ dan ‘Cang Incang’

Tradisi Lebaran di Kayuagung: Dari Arak-Arakan ‘Midang Bebuke’ hingga Sastra ‘Cang Incang’.--

Lomba ini bertujuan menginspirasi lebih banyak pemuda OKI agar tetap mencintai dan memahami nilai-nilai budaya daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

"Saya bangga melihat masyarakat OKI tetap kuat menjaga tradisi. Generasi muda harus tahu dan bangga dengan budaya daerahnya, meskipun dunia terus berkembang dengan teknologi," kata Gubernur Sumsel, Herman Deru.

BACA JUGA:Bupati OKI Larang Pejabat Bawa Mobil Dinas Mudik Lebaran ke Luar Sumsel

BACA JUGA:THR PNS, PPPK, dan Anggota DPRD OKI Sudah Cair, Total Rp48,6 Miliar

Cang Incang sendiri merupakan sastra lisan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kayuagung. Biasanya, tradisi ini ditampilkan dalam upacara pernikahan, di mana mempelai perempuan mengungkapkan kata-kata klasik dan ungkapan khas budaya setempat kepada keluarganya sebelum menikah.

Selain itu, Cang Incang juga digunakan oleh pemuka adat dalam berbagai upacara pernikahan masyarakat Kayuagung. Dengan adanya perlombaan ini, diharapkan akan lahir generasi penerus yang terus melestarikan tradisi tersebut.

Bupati OKI, H. Muchendi, menegaskan bahwa Midang dan Cang Incang bukan hanya milik masyarakat OKI, tetapi sudah menjadi bagian dari warisan budaya nasional yang harus dijaga bersama.

"Midang adalah identitas dan jati diri, bukan hanya bagi masyarakat OKI, tetapi juga sebagai warisan budaya nasional yang menjadi perekat bangsa. Oleh karena itu, kita harus terus menjaga dan melestarikannya," ujar Muchendi.

BACA JUGA:Disbunnak OKI Pantau Harga dan Kualitas Daging di Pasar Kayuagung

BACA JUGA:Polres OKI dan Polsek Sediakan Tempat Titip Kendaraan Saat Mudik, Ini Syaratnya

Melihat antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian adat Midang tahun ini, Muchendi mengungkapkan kebanggaannya dan berjanji akan terus meningkatkan penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang.

"Saya sangat bangga melihat semangat dan antusiasme kita semua di sini. Ini bukti bahwa budaya kita masih hidup dan semakin kuat. Jangan pernah lelah menjaga keberagaman dan kedamaian di Ogan Komering Ilir, karena daerah ini adalah contoh nyata bagaimana warisan leluhur terus dijaga demi keharmonisan di Sumatera Selatan," tutupnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan